Selamat Datang di CariManfaat.com
Showing posts with label Nasihat. Show all posts
Showing posts with label Nasihat. Show all posts

Friday, October 4, 2013

Fitnah Ya’juj dan Ma’juj


islam gog magog eurasia 490x326 Fitnah Ya’juj dan Ma’juj


SEBAGAIMANA yang telah kita ketahui bersama bahwa Ya’juj dan Ma’juj adalah sosok manusia yang akan keluar di akhir zaman dari kurungan yang di buat oleh Nabi Zulkarnain. Ya’juj dan Ma’juj di indentikkan dalam al-Quran sebagai manusia yang membuat kerusakan di muka bumi, sebagaimana di jelaskan dalam al-Quran surah al-Kahfi ayat 94: Mereka berkata: “Wahai Zulkarnain, Sesungguhnya kaum Yakjuj dan Makjuj sentiasa melakukan kerosakan di bumi; oleh itu, setujukah kiranya Kami menentukan sejumlah bayaran kepadamu (dari hasil pendapatan kami) Dengan syarat Engkau membina sebuah tembok di antara Kami Dengan mereka?”

Maka dari ayat di atas dapat diambil sebuah analisa tentang perkataan fasad yang di tujukan kepada Ya’juj dan Ma’juj sebagai sekelompok manusia yang mengabaikan tuntunan ilahi dalam kehidupannya. Jika manusia masih percaya kepada tuhan tentu ia akan mengikuti aturan ilahi dalam kehidupannya. Maka dari sinilah penulis mengambil sebuah kesimpulan bahwa Ya’juj dan Ma’juj merupakan manusia yang tidak bertuhan atau dalam istilah ilmiah disebut dengan atheisme. Sehingga fitnah Ya’juj dan Ma’juj di akhir zaman digambarkan dalam al-Quran sebagai peringatan kepada umat manusia. Jika Ya’juj dan Ma’juj keluar mereka akan membawa fitnah kepada manusia. Sehingga umat Islam akan berperang melawan Ya’juj dan Ma’juj di akhir zaman.

Fitnah atheime inilah yang dibawa oleh ya’juj dan ma’juj keseluruh penjuru dunia, dengan kekuasaan dan kekuatan Ya’juj dan Ma’juj memaksakan kehendak mereka kepada seluruh umat manusia baik Yahudi, Kristen, Islam dan lain-lain. Sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran surah al-Ambiya ayat 96: “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.”

Apabila tembok Ya’juj dan Ma’juj telah terbuka maka mereka akan menyebar ke seluruh tempat yang tinggi. Ibnu Katsir menjelaskan maksudnya adalah Ya’juj dan Ma’juj akan membawa kerusakan dengan sangat cepat ke seluruh penduduk bumi. Sehingga hampir seluruh manusia menimpa fitnah Ya’juj dan Ma’juj. Maka tidak ada kerusakan yang paling besar selain fitnah atheisme. Sebuah fitnah yang menjadikan manusia kekal sebagai penghuni neraka. Fitnah atheisme menjadikan manusia tidak mengakui tuhan dalam kehidupan atau lebih mudahnya dikatakan sebagai tatanan dunia tak bertuhan.

Adapun fitnah atheisme yang dibawa oleh ya’juj dan ma’juj adalah sistem sekulerisme yang diterapkan saat ini ke seluruh penjuru dunia tidak ada satu negara pun yang bisa menghindar dari fitnaj Ya’juj dan Ma’juj teresebut. Sekulerisme adalah sebuah tatanan dunia yang tidak mengakui tuhan dalam mengatur kehidupan manusia. Sehingga lahirlah anak turunan dari sekulerisme seperti dalam bidang ekonomi disebut dengan kapitalisme dan sosialisme, sedangkan dalam bidang politik disebut dengan demokrasi. Sistem demokrasi adalah sistem yang tidak mengakui tuhan dalam mengatur kehidupan manusia, sehingga dalam sistem demokrasi kedaulatan dan kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat bukan Allah SWT. Rakyat yang berhak menentukan aturan hidup manusia melalui wakil-wakilnya di parlemen. Jika parlemen menetapkan hukum zina suka sama suka adalah halal maka menjadi halal ia sehingga masyarakat yang melanggarnya bebas hukuman. Inilah fitnah Ya’juj dan Ma’juj yang telah tersebar ke seluruh penjuru dunia, sehingga menyebabkan manusia menjadi pengikut ya’juj dan ma’juj tanpa di sadari.

Dari abu said al-Khudri dari Rasulullah beliau bersabda, Allah berfirman wahai Adam lalu Adam menjawab aku sambut panggilan mu ya Allah, dan dengan bahagia aku menerima perintah mu segala kebaikan berada di tangan mu. kemudian Allah berfirman: keluarkanlah pasukan ahli neraka. Adam bertanya apakah pasukan ahli neraka itu? Allah berfirman 1000 ada 999 yang masuk neraka maka ketika itu anak-anak kecil rambutnya mendadak beruban, setiap yang hamil melahirkan kandungannya dan kamu lihat manusia sama mabuknya padahal mereka tidak mabuk melainkan hanya azab Allah itu pedih. Para sahabat bertanya wahai rasulullah bagaimana posisi kita kalau yang bukan pasukan neraka itu hanya satu orang di antara seribu orang? beliau menjawab bergembiralah karena di antara kamu hanya seorang yang masuk surga sedangkan dari ya’juj dan ma’juj seribu orang yang masuk neraka (sahih Bukhari).

Hadis di atas menjelaskan tentang keadaan manusia di saat tembok Ya’juj dan Ma’juj telah hancur kemudian mereka menyebar ke seluruh penjuru dunia dengan membawa fitnah yang sangat besar. Sehingga hampir semua manusia menjadi penghuni neraka kecuali hanya sedikit saja yang terbebas dari fitnah tersebut. Kemudian dalam hadis yang lain Rasulullah menjelaskan tentang fitnah ya’juj dan ma’juj yang akan menimpa bangsa Arab sebagaimana dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Zainab Binti Jahsh (isteri Nabi SAW), menjelaskan; “Nabi SAW bangun dari tidurnya dengan wajah memerah, kemudian beliau bersabda; “Tiada Tuhan selain Allah, celakalah bagi Arab dari kejahatan yang telah dekat pada hari kiamat, (yaitu) telah dibukanya penutup Ya`juj dan Ma`juj seperti ini!” beliau melingkarkan jari tangannya. (Dalam riwayat lain tangannya membentuk isyarat 70 atau 90), Aku bertanya; “Ya Rasulullah SAW, apakah kita akan dihancurkan walaupun ada orang-orang shalih ?” Beliau menjawab; “Ya, Jika banyak kejelekan.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim).

Pada masa Rasulullah pintu ya’juj dan ma’juj telah terbuka tetapi hanya sedikit, rasulullah membuat lingkaran jarinya. Sekarang kita telah melalui masa dari zaman rasulullah hingga sekarang sudah 1400 tahun, apakah kita masih saja berkeyakinan tembok ya’juj ma’juj masih belum runtuh. Dan apa yang dijelaskan tentang fitnah yang akan menimpa bangsa Arab benar-benar telah terjadi hari ini, lihatlah apa yang terjadi di Mesir, Palestina, dan Suriah, ini merupakan awal dari kehancuran bangsa Arab yang dilakukan oleh ya’juj dan ma’juj. Dan akan datang kehancuran yang lebih besar di masa yang akan datang sebagaimana nubuat Nabi SAW. [Zulfahmi, MA/Alumnus University of malaya]

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan GRATIS via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di CariManfaat.com

No comments

Sunday, February 10, 2013

Hati Hati : 10 Hal Pembatal Keislaman


Kita, insyaAllah bersyukur dilahirkan dalam keluarga Muslim. Namun kadang-kadang, banyak hal yang sering kali terlewat dalam pembelajaran kita selama ini. Misalnya saja, apa saja yang membatalkan keislaman kita.

Berikut adalah hal-hal yang bisa membatalkan keislaman kita:

Pertama: Kesyirikan (beribadah kepada selain Allah).
 

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya, dan Dia mengampuni semua dosa di bawah dari itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh di telah mengadakan dosa yang besar.” (QS. An-Nisa’:48)
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Wahai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabb kalian”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan tempatnya adalah di neraka, tidak ada seorangpun penolong bagi orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Maidah: 72)

Kedua: Berpaling dari Islam dengan lebih memilih agama Yahudi, Nashrani, Majusi, Komunis, Sekularis, atau selainnya dari keyakinan yang membawa kekufuran jika dia menyakininya.
  

Allah Ta’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut kepada kaum mukminin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang Dia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maidah: 54)


Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, setan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): “Kami akan mematuhi kalian dalam beberapa urusan”, sedang Allah mengetahui rahasia mereka. Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila para malaikat mencabut nyawa mereka seraya memukul-mukul muka mereka dan punggung mereka? Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan karena mereka membenci keridhaan-Nya, sebab itu Allah menghapus amalan-amalan mereka. Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka? Dan kalau kami kehendaki, niscaya kami tunjukkan mereka kepada kalian sehingga kalian benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya, dan kalian benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kalian.” (QS. Muhammad: 25-30)

Ketiga: Orang yang tidak mengkafirkan orang kafir baik dari Yahudi, Nashrani, Majusi, orang-orang musyrik, atau orang yang mulhid (Atheis) atau selain itu dari berbagai macam kekufuran. Atau dia meragukan kekafiran mereka atau dia membenarkan mazhab/ajaran mereka, maka dia telah kafir.
 

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasulNya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasulNya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir). Merekalah orang-orang yang kafir dengan sebenar-benarnya kekafiran. Kami Telah menyediakan siksaan yang menghinakan untuk orang-orang yang kafir itu.” (QS. An-Nisa’: 150-151)

Keempat: Orang yang meyakini bahwasanya petunjuk selain petunjuk Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wassallam- lebih sempurna atau meyakini bahwa hukum selain hukum yang dibawa oleh Rasulullah -shallallahu’alaihi wasallam- lebih baik (daripada petunjuk dan hukum beliau). 

Seperti orang-orang yang lebih memilih hukum-hukum thagut daripada hukum yang dibawa oleh Rasulullah -Shallallahu’alaihi wasallam-.
Allah Ta’ala berfirman, “Apakah hukum jahiliyah yang mereka inginkan, dan siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al-Maidah: 50)
Allah Ta’ala berfirman, “Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran: 85)

Kelima: Orang yang membenci apa yang dibawa oleh Rasulullah -shallallahu’alaihi wasallam-, walaupun dia mengamalkannya.
 

Allah Ta’ala berfirman, “Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghilangkan amalan-amalan mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang Allah turunkan maka Allah menghapuskan amalan-amalan mereka.” (QS. Muhammad: 8-9)

Keenam: Orang yang mengolok-olok (menghina) Allah, Rasul, Al-Qur’an, agama Islam, malaikat, atau para ulama karena ilmu yang mereka miliki. 

 Atau menghina salah satu syiar dari syiar-syiar Islam seperti, shalat, zakat, puasa, haji, tawaf di Ka’bah,wukuf di ‘Arafah, atau menghina Masjid, azan, jenggot, atau sunnah-sunnah Rasulullah -shollallahu’alaihi wasallam lainnya, dan syi’ar-syi’ar agama Allah, dan tempat-tempat yang disucikan dalam keyakinan Islam serta yang terdapat keberkahan padanya.


Allah Ta’ala berfirman, “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya, dan Rasul-Nya kalian berolok-olok?” Tidak usah kalian minta maaf, karena kalian telah kafir setelah beriman. Jika kami memaafkan segolongan kalian (lantaran mereka taubat), niscaya kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS. At-Taubah: 65-66)

Ketujuh: Sihir, termasuk ash-shorfu (merubah seseorang dari sesuatu yang dicintainya menjadi yang dibencinya) dan al-athfu (mendorong seseorang dari sesuatu yg dibencinya menjadi dicintainya/pelet dan semacamnya, pent.)
 

Allah Ta’ala berfirman, “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), akan tetapi justru setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut. Keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (kepada kamu) sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat memisahkan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak bisa memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberikan mudharat kepada mereka dan tidak pula memberi manfaat kepada mereka. Sungguh mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (Kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 102)

Kedelapan: Memberikan pertolongan kepada orang kafir dan membantu mereka dalam rangka memerangi kaum muslimin.
Allah Ta’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian mengikuti sebagian dari ahli kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kalian menjadi orang kafir sesudah kalian beriman. Bagaimanakah kalian (bisa sampai) kafir padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian dan Rasul-Nya berada di tengah-tengah kalian? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Ali Imron: 100-101)

Kesembilan: Meyakini bahwa ada sebagian manusia yang diberi keleluasaan untuk keluar dari syariat Rasulullah -shollallahu ’alaihi wasallam-, 

sebagaimana Nabi Khidir diperbolehkan keluar dari syariat yang dibawa Nabi Musa -‘alaihissalam-.
Allah Ta’ala berfirman, “Dan kami tidak mengutus kamu melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui.” (QS. Saba’: 28)

Kesepuluh: Berpaling dari agama Allah Ta’ala, tidak mempelajarinya, dan tidak beramal dengannya.
 

Allah Ta’ala berfirman, “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, kemudian dia berpaling darinya? Sesungguhnya kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.” (QS. As-Sajdah: 22)
Allah Ta’ala berfirman, “Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Barangsiapa yang berpaling dari Al-Qur’an, maka sesungguhnya dia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat. Mereka kekal di dalamnya dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat.” (QS. Thaha: 99). [al-atsariyyah]

Sumber: itab Al-Qaul Al-Mufid fii Adillah At-Tauhid Bab: Nawaqidh Al-Islam ‘Asyarah, karya: Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Al-Wushabi Al-Yamani.

[islampos]

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan GRATIS via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di CariManfaat.com

No comments

Monday, February 4, 2013

Mari Kita Belajar dari Jari-jari Tangan



Dalam kehidupan ini banyak profesi yang bisa dilakukan, sebagai guru, petani, nelayan, pedagang, wartawan dan lain sebagainya. Masing-masing profesi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Sayangnya, kadang kita suka membanggakan profesi kita lebih baik dari yang lain, bahkan ada yang sampai takabbur (sombong) karena berprofesi tertentu.

Padahal, Allah SWT sudah mengingatkan dalam firman-Nya yang artinya, ''Katakanlah, masing-masing kalian berbuat sesuai dengan kemampuannya.''

Rasulullah saw juga sudah mengingatkanا yang artinya, ''Jika suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, tunggulah saat kehancurannya.''

Saat ini, yang terbaik adalah kita lakukan tugas dan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya. Tunjukkan prestasi kita dalam pekerjaan tersebut dan harus professional. Jangan merasa lebih baik dari orang lain.

Dialog berikut ini mungkin bisa jadi pelajaran. Suatu hari terjadi perdebatan antara jari-jari tangan. Jari jempol berkata: saya adalah jari yang paling hebat, karena kalau majikan saya mengatakan sesuatu yang bagus, sayalah yang di acung-acungkan sambil mengatakan: bagus…bagus…bagus.

Mendengar hal ini, jari telunjuk berkata: ''Siapa yang bilang jari jempol lebih hebat, sayalah yang paling hebat, kalau majikan saya menunjuk sesuatu, sayalah yang digunakan, sayalah jari yang paling terhormat.

Jari tengah angkat bicara, ''Hai kalian diam semua. Sayalah jari yang paling mulia. Lihatlah posisi saya! Di sebelah kanan, diapit jari telunjuk dan jempol dan di sebelah kiri, diapit jari manis dan kelingking. Sayalah yang paling mulia.

Jari manis tak mau kalah. Dia berucap, ''Saya dong yang paling terhormat. Coba kamu lihat, kalau majikan saya membeli cincin berlian yang harganya mahal, pasti cincin itu dipakaikan di jari manis. Tandanya, saya lah yang paling terhormat.

Jari kelingking berucap belakangan, ''Semua salah. Sayalah yang paling hebat. Walaupun bentuk saya kecil dan letaknya paling akhir, saya mempunyai fungsi yang sangat besar.''

Kalau hidung atau telinga majikan saya kotor, kata jari kelingkiing, ''Sayalah yang diberikan kehormatan membersihkannya. Tandanya, saya mendapat perlakukan istimewa dari majikan saya.''

Masing-masing jari berdebat, menonjolkan keistimewaan masing-masing, tak ada mau mengalah. Bila kita analisa, sifat merasa diri paling hebat, paling benar dan paling segala-galanya adalah sifat Iblis laknatullah alaih. (Allah melaknatnya).

Jauhilah sifat merasa paling baik, merasa paling hebat, merasa paling mulia dan lain sebagainya karena itu adalah sifat-sifat Iblis. Na’udzubillah.

Belajarlah dari perdebatan jari-jari tadi. Seandainya jari-jari bersatu, benda seberat apapun dengan mudah dapat terangkat. Bila jari-jari bercerai berai, benda ringan dan kecil pun tidak akan mudah diangkat.

Mudah-mudahan para pemimpin kita bisa belajar dari jari-jari tangan. Mudah-mudahan mereka mau bersatu untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa.

Hanya dengan persatuan dan ukhuwah yang erat, beban yang paling berat sekalipun akan dapat diselesaikan dengan baik, semoga. Wallahu 'alam bish-shawab.

[H. Ahmad Dzaki, MA/Republika.co.id]

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan GRATIS via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di CariManfaat.com

No comments

Ingin Sehat Sepanjang Usia?


Perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa,” (QS. Thaha [20]: 132)

Diriwayatkan dari Abu Hanifah r.a. yang mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Ajarkanlah anak-anak kalian shalat ketika mereka berumur tujuh tahun. Pukulah mereka jika enggan mengerjakannya pada usia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka,” (HR. Al-Haitsami)

Berikut ini hasil penelitian berkaitan dengan manfaat shalat yang dilakukan sejak usia dini. Pembedahan tulang dan otot yang dilakukan di Qatar menghasilkan sebuah teori baru mengenai punggung. Pembedahan tersebut menyingkap dua buah mukjizat Islam yang selama ini terpendam lebih dari 1400 tahun. Teori tersebut sabagai berikut:

“Jika seseorang mulai melatih dan melemaskan bagian bawah dari tulang punggung semenjak dini, dan kebiasaan ini terus berlangsung dipelihara hingga dewasa, maka kecil kemungkinan orang tersebut merasakan sakit yang teramat sangat pada bagian bawah tulang punggung dan terhindar dari pergeseran tulang rawan pada bagian tersebut.”

Singkatnya, sakit pada bagiab bawah tulang punggung merupakan masalah umum yang sering terjadi pada orang dewasa. Hal tersebut biasanya disebabkan kurangnya cairan pelumas jaringan ikat penguat sendi (Longitudinal Ligament Posterior) pada bagian punggung. Demikian pula dengan jaringan yang membentuk lapisan-lapisan luar pada ujung tulang rawan (Annulus Fibrosus).

Ketika kelenturan jaringan ini menurun, maka jaringan tersebut akan sobek manakala melakukan gerakan-gerakan yang memberikan tekanan pada jaringan ini dapat membengkokkan tulang punggung dan lutut. Sobekan ini amat jarang ditemukan pada anak-anak, karena jaringan-jaringan urat mereka masih lentur ketika dibengkokkan.

Hipotesanya, jika pada masa kanak-kanak kita senantiasa memelihara kelenturan jaringan ikat penguat sendi (Longitudinal Ligament Posterior) dan tulang rawan (Annulus Fibrosus), apakah kelenturan ini akan menurun manakala seseorang dewasa terkena penyakit bawah punggung dan pergeseran tulang rawan?

Lalu dilakukan penelitian lapangan kepada 188 relawan dewasa ketika mereka mengeluh sakit pada bagian bawah punggung atau encok pada bagian pangkal paha disertai rasa sakit yang teramat sangat. Mereka lalu ditanya mengenai shalat, milai kapan mengerjakannya dan apakah senantiasa menjaga shalatnya secara teratur.

Hasil dari penelitian kedokteran mengenai teori ini menunjukkan hanya 2,6% saja orang yang mulai melaksanakan shalat sebelum menginjak usia sepuluh tahun merasakan sakit di bagian bawah punggung, sedangkan lebih dari 70% penderita sakit merupakan orang-orang yang tidak melaksanakan shalat.

Penelitian ini dipresentasikan dan didiskusikan pada Simposium anak-anak Internasional II di Doha pada bulan April tahun 2000 dan pada Simposium Pembedahan Punggung Nasional yang diadakan di Ankara pada tanggal 4-6 September 2002. Simposium tersebut dihadiri oleh para dokter spesialis tulang punggung internasional, sebagaimana diterbitkan dalam jurnal di Eropa mengenai tulang punggung.

Selain bertujuan ibadah, Islam menganjurkan anak-anak Muslim untuk mengerjakan shalat ketika usia mereka masih dini, yakni sekitar tujuh tahun dan paling lambat pada usia sepuluh tahun.

Gerakan-gerakan shalat, seperti rukuk, merangsang perenggangan jaringan ikat penguat sendi (Longitudinal Ligament Posterior) dan tulang rawan (Annulus Fibrosus), setidakn ya dalam sehari dilakukan sebanyak 17 kali ketika shalat lima waktu. Karena itulah, anak-anak kecil muslim tanpa mereka sadari telah menjaga kelenturan jaringan tersebut sejak usia dini.

Anak-anak memiliki daya kelenturan yang lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa. Kelenturan anak-anak ini disebabkan karena jaringan-jaringan saraf mereka masih elastis. Jikalau kita senantiasa menjaga dan memelihara keistimewaan ini (kelenturan) semenjak dini, maka kelenturan jaringan saraf ini akan tetap terpelihara hingga kita mampu melakukan sesuatu yang berat.

Lain halnya jika kita mengabaikan atau menyia-nyiakan keistimewaan ini dan tidak melakukan latihan-latihan yang berkesinambungan, maka jaringan saraf tersebut akan mengalami kekakuan ketika menginjak usia dewasa. Ketika melakukan suatu gerakan yang keras, jaringan saraf ini akan sobek dan ini akan menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat. Informasi yang diperoleh berkaitan dengan manfaat shalat dalam mengatasi permasalahan tulang punggung dan sistim motorik, ternyata menjadi salah satu bukti kemukjizatan yang diberikan Allah SWT. Perhatikan ayat berikut ini:

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (QS. Fathir [35]: 28).

Ternyata, semua ini sesuai dengan kultur agama Islam. Jika kita merenungkan mengenai ibadah dalam agama Islam, maka akan ditemukan bahwa shalat merupakan satu-satunya ibadah yang wajib untuk dikerjakan, sejak usia tujuh tahunhingga akhir hayat.

Jika seorang anak mulai melaksanakan shalat (rukuk) secara berulang-ulang setiap hari dimulai sejak usia tujuh tahun dan paling telat usia sepuluh tahun, maka jaringan ikat penguat sendi (Longitudinal Ligament Posterior) yang berada di belakang tulang belakang dan serat tulang rawan (Annulus Fibrosus) bagian belakang, akan menjadi kuat dan kelenturan jaringan tersebut terjaga. Bagian tersebut akan sulit untk sobek ketika menginjak usia dewasa. Tulang rawannya juga akan terpelihara dengan baik. Ternyata, apa yang dikerjakan secara rutin sesuai perintah agama, tanpa disadari telah mengurangi masalah sakit pinggang yang banyak menimpa umat manusia.

Maha suci Allah SWT yang melalui Rasul-Nya (Muhammad Saw) sejak empat belas abad yang lampau, telah memberikan penjelasan sangat detail, penting, dan banyak manfaatnya. 

[islampos.com]

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan GRATIS via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di CariManfaat.com

No comments

Friday, February 1, 2013

Dajjal Muncul 25 Tahun Lagi


Sabtu malam, 11 Juni 2011, ada yang tidak biasa di Bogor. Malam itu Forum Umat Islam menggelar acara Mabit dengan tema “The Future of Islam” di Masjid Raya Bogor. Tampil sebagai salah satu pembicara adalah Syekh Imran Hossein. Bagi anda pencinta konspirasi, nama pakar akhir zaman kelahiran Trinidad dan Tobago tentu sudah tidak asing lagi.

Malam itu, Syekh Imran tampil dengan memakai penutup kepala memanjang khas syekh-syekh dari India. Pada acara yang dihadiri ratusan warga Bogor tersebut, Ulama kelahiran 68 tahun yang lalu ini menyatakan sistem dunia saat ini sudah dikuasai Israel.

“Israel sebetulnya sudah menguasai dunia sekarang, karena Israel menguasai Amerika Serikat. Tapi saat ini Israel menguasai dunia melalui belakang layar, besok tidak akan ada lagi layar,” katanya dalam bahasa Inggris.

Jika situasi ini dibiarkan, Syekh Imran memprediksi bahwa kemunculan Dajjal sudah tidak akan lama lagi. Dajjal akan tampil seutuhnya dan umat Islam harus mempersiapkan diri.

“Ketika Israel menguasi dunia besok, seorang laki-laki akan tampil di Jerusalem dan mendeklarasikan dirinya adalah Al-Massih Sang Penyelamat. Saya memperhitungkan ini akan terjadi dalam kurun waktu kurang dari 25 tahun.”

Paparan Syekh Imran tentu mengagetkan para jama’ah yang hadir. Namun Ulama yang pernah menimba ilmu di Al Azhar Kairo ini meyakini bahwa kehadiran Dajjal sudah dinubuwahkan oleh Rasulullah SAW.
“Nabi saw telah menerangkan dia kepada kita. Dia adalah seorang Yahudi, muda, kuat dan rambutnya keriting. Dia adalah Al-Massih Ad-Dajjal.”

Kehadiran Dajjal, lanjut Syekh Imran, akan paralel dan simetris dengan diwujudkannya Tatanan dunia baru atau New World Order lewat jalan penguasaan sistem Politik Zionis Israel yang tengah dilancarkan Israel ke seluruh umat manusia sampai detik ini.

“Dalam rangka menguasai dunia, Israel harus membangun kediktatoran politik universal kepada seluruh manusia,” sambung pria yang memutuskan keluar dari Pemerintahan Trinidad dan Tobago pada tahun 1985 dan memilih hidup di jalan dakwah ini.

Hitungan Syekh Imran

Menurut Syeikh Imran Hussein, Dajjal semakin dekat dengan tujuan misinya. Hal ini berdasarkan amanat dari pembawa pesan Allah, Nabi Muhammad SAW, dimana telah bersabda bahwa setelah Dajjal dilepaskan, maka ia akan hidup dibumi selama 40 hari. Satu hari pertama sama dengan satu tahun, satu hari kedua sama dengan satu bulan, satu hari ketiga sama seperti satu minggu. Dan sisa hidupnya sama dengan waktu manusia.

Bagaimana interpretasi Syeikh Imran terhadap hadits tersebut?

Menurut Syeikh Imran, ketika masa Dajjal dipersamakan satu hari sama dengan satu tahun, maka Inggris menjadi markasnya. Ketika masa Dajjal satu hari sama dengan satu bulan, maka Amerika Serikat menjadi markasnya. Akhirnya, ketika masa Dajjal satu hari sama dengan satu minggu, ia akan kembali ke tanah asalnya. Kepulangan kembali itu akan menyampaikan Dajjal untuk menyelesaikan tugas pertamanya.

Satu hari sama dengan satu tahun adalah ketika Inggris berkuasa di dunia dan poundsterling menjadi mata uang internasional. Dan ketika Dajjal pindah ke masa satu hari sama dengan satu bulan adalah masa ketika Amerika Serikat menggantikan posisi Inggris sebagai negara adikuasa yang memimpin dunia dan dolar menjadi mata uang internasional.

Kini Amerika Serikat sudah mulai perlahan-lahan lengser dari tampuk kekuasaan dunia, dan Israel akan menggantikan tempatnya. Tetapi bagaimana dengan jenis mata uangnya? Dolar Amerika akan hancur. Kehancurannya akan menyeret kehancuran semua mata uang di dunia. Setelah masa kehancuran dolar itu, maka kita tidak akan melihat lagi jenis uang kertas.

Lalu mata uang baru apa yang akan mendominasi dunia? Apakah mata uang baru yang akan digunakan Israel untuk memperbudak manusia-sebagaimana halnya yang telah dilakukan Amerika Serikat dengan dolarnya? Jawabannya adalah Israel akan menggunakan mata uang yang kasat mata, yang tidak bisa kita lihat. Uang yang tidak bisa diraba, sehingga kita tidak dapat menyentuhnya. Uang itu adalah uang elektronik.

Dan hal paling aneh dan berbahaya tentang uang elektronik adalah bahwa uang tersebut dikendalikan oleh sebuah sistem perbankan yang menguasai seluruh dunia. Dan orang Yahudi-lah yang mengendalikan sistem tersebut. Ini bukanlah sekedar omong kosong. Bukan pernyataan ngelantur. Tapi sebuah kenyataan.

Kapankah akhir rencana Dajjal?

Sekarang mari kita melakukan penghitungan hari Dajjal berdasarkan pidato yang disampaikan Syeikh Imran Hussein di atas.

Menurut Islam, satu tahun di surga sama dengan 1000 tahun di dunia manusia atau waktu yang berjalan di muka bumi. Dengan demikian kita bisa memperkirakan bahwa Dajjal telah berkuasa dari Inggris selama 1000 tahun, melalui kerajaan Inggris yang merupakan kekuatan dunia saat itu. Bukan suatu kebetulan jika monarki Inggris sudah berkuasa sejak tahun 900 dan menjadi kekuatan yang mendominasi dunia.

Kesimpulannya, 900+1000 = 1900. Hingga tahun 1900 Inggris memimpin dunia.

Pada tahun 1917, Amerika secara resmi terlibat dalam Perang Dunia. Keterlibatan ini menjadi awal lahirnya sebuah negara adidaya. Sejak saat itulah peralihan masa Dajjal dimulai menjadi “satu hari sama dengan satu bulan”. Jika satu tahun sama dengan 1000 tahun, maka satu bulan berarti 1000:12, yang berarti 83 tahun. Tahun 1917 ditambah dengan 83, maka akan sampai pada tahun 2000. Hingga pada tahun 2000 Amerika memimpin dunia. Kemudian, mulai tahun 2000, Dajjal akan memimpin dari Israel dengan jangka waktu kekuasaan “satu hari sama dengan satu minggu”.

Dengan formula yang sama, kita harus membagi lagi angka 83 dengan angka 4, maka hasilnya kurang lebih 21 tahun. Tambahkan tahun 2000 dengan 21 tahun, maka itu berarti tahun 2020 – 2023 tergantung kita merujuk kepada perhitungan bulan atau matahari. Apa yang terjadi pada tahun 2020 -2023 itu?

Tibalah kita ke akhir rencana Dajjal. Pada saat itu, Illuminati diharapkan akan memindahkan dan mengamankan pemerintahan dunia ke Israel, dimana yang dipertaruhkan lebih dari sekedar negara kecil, melainkan sebuah ide besar, yaitu Tatanan Dunia Baru.

Sadarkah kita, apa yang sebenarnya menjadi pemicu masalah di Timur Tengah dan dunia? Bahwa setiap masalah yang timbul dan perang yang terjadi di muka bumi sengaja dilakukan untuk melindungi pembentukan dan keamanan Negara Israel. Semua pihak yang menentang akan diperangi. Kemudian, pada saatnya Dajjal akan menampakan wujudnya dan menempati tahtanya di Israel, maka sejak saat itu ke depannya perhitungan hari Dajjal akan sama seperti perhitungan hari di muka bumi. (Pizaro/Berbagai sumber)

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan GRATIS via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di CariManfaat.com

No comments

Thursday, January 31, 2013

Obat Kemiskinan


“Bekerja membuat kita hidup, bekerja membuat kita berarti, dan bekerja membuat kita kaya.”

KEMISKINAN merupakan momok paling menakutkan oleh banyak orang, tapi kenyataannya di negeri ini, orang banyak lebih bersahabat dengan kemiskinan.

Sebutlah seorang bapak kaya raya sedang dihadapkan dengan ajalnya. Ketiga anak yang disayangnya menunggu detik-detik terakhir itu dengan haru disamping pembaringan ayahnya. Menjelang menutup mata untuk terakhir kalinya sang bapak memberikan wasiat.

“Anak-anakku,” ujarnya terbata-bata, “Harta kekayaanku sudah aku bagikan dengan rata pada kalian bertiga. Tapi aku masih punya warisan terakhir. Warisan ini sangat berharga. Aku menyimpannya dalam peti di dalam lemari. Janganlah kalian buka kotak itu, hingga suatu hari nanti satu di antara kalian ada yang jatuh miskin,  maka kotak itu akan menjadi miliknya.”

Ketiga bersaudara itu saling pandang dan yakin ayahnya meninggalkan berlian serta perhiasan lainnya yang sangat berharga dalam peti itu. Sang ayah pun meninggal dengan tenang.

Ketiga kakak beradik itu hidup dengan damai. Anak pertama diwarisi perusahaan tekstil yang tengah maju pesat. Anak kedua diwarisi perusahaan pertanian yang memiliki hasil panen yang selalu bagus. Anak yang ketiga diwarisi sekolah yang memiliki reputasi baik di negeri itu.

Setahun berlalu. Anak pertama hidup dengan malas-malasan karena perusahaanya maju dan dia merasa yakin seandainya jatuh miskin sekalipun, masih ada warisan yang sangat berharga bisa didapatnya.

Pun anak kedua hidup dengan poya-poya karena panennya selalu menunjukan kualitas terbaik. Dia memiliki pikiran yang sama dengan anak yang pertama.

Berbeda dengan anak ketiga. Dia bekerja dengan tulus memberikan sumbangsih dalam dunia pendidikan. Meski menjadi pemilik sekolah, tetapi sesekali dia melakukan pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya dilakukan para bawahannya, bahkan tukang kebunnya.

Suatu masa, negeri yang mereka tempati yang notabene subur tetapi kehidupan rakyatnya sangat tergantung pada negera-negara luar, tertimpa bencana. Produk-produk tekstil tidak diterima lagi di luar negeri.  Berlimpahnya hasil pertanian di negeri tetangga yang mengakibatkan harga beras di dalam negeri, anjlok drastis. Akhirnya kedua kakak beradik jatuh miskin.

Berkumpulah ketiga bersaudara itu di tempat sang adik bungsu karena hanya dialah yang masih memiliki banyak kekayaan.

“Adik-adikku” ujar kakak pertama, “kini aku paling miskin di antara kalian, jadi aku minta persetujuan pada kalian berdua untuk mendapatkan hak atas warisan dalam peti yang pernah ayah tinggalkan.”

Kakak kedua menukas cepat, “Aku yang lebih berhak, sebab aku lebih miskin dari kamu, Kak!”

Saudara yang pertama mendebatnya. Kericuhan pun tak terelakan.

Akhirnya si bungsu memberikan saran jalan tengah, dengan cara membagi dua isi peti warisan dari sang ayah. Kedua kakaknya pun setuju.

Dibukalah peti tersebut dengan disaksikan ketiga bersaudara. Ketika peti itu terbuka, ternyata mereka tidak menemukan apa-apa selain marmer yang bertahtakan tulisan “Kalian Harus Bekerja”.

Ayah yang kaya raya itu meninggalkan banyak warisan materi terhadap anak-anaknya. Tapi hanya satu anaknya yang mewarisi kebijakan hidup. []

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan GRATIS via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di CariManfaat.com

No comments

Wednesday, January 30, 2013

Anak - Anak Yatim yang Memberkahi





Bukanlah kebetulan jika Muhammad SAW lahir dalam keadaan yatim, sebab keyatimannya merupakan salah satu tanda kenabian. Justru dengan kondisi yatim tersebut terkandung berbagai maksud dan hikmah yang terdapat di dalamnya. Para ahli sirah nabawiyah mengungkapkan beberapa maksud dan hikmah keyatiman Muhammad SAW, di antaranya:

Pertama, agar Muhammad memiliki kaitan langsung dengan Allah SWT sebagai pencipta. Dialah yang mendidik, melindungi, mengajar dan mempengaruhi Muhammad secara langsung, berbeda dengan manusia pada umumnya yang keberagamaan dan kehidupannya dipengaruhi oleh kedua orang tua dan lingkungannya.

Allah SWT berfirman: "Bukanlah Dia (Allah) mendapatimu sebagai anak yatim, lalu Dia melindungi(mu). Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai orang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan." (QS. Ad-Duha: 6-8).

Kedua, agar Muhammad SAW mengalami langsung kehidupan sebagai anak yatim dalam suka maupun duka, sehingga pada saat Allah memerintahkan santunan kepada ayat yatim, beliau memiliki pengalaman dan tahu betul apa serta bagaimana susahnya menjadi anak yatim tanpa harus bertanya pada pengalaman pihak lain. Allah SWT berfirman: "Maka terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang." (QS. Ad-Duha: 9)

Ketiga, agar Muhammad SAW memiliki pengalaman sebagai orang miskin, sebab keyatiman identik dengan kemiskinan jika kedua orang tuanya tidak memiliki banyak harta warisan. Dengan demikian beliau juga menjadi orang pertama yang mengasihi kaum fakir miskin pada saat Allah SWT memerintahkan untuk mengasihi kaum fakir miskin.

Allah SWT berfirman: "Dan kepada orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik(nya)." (QS. Ad-Duha: 10).

Keempat, agar Muhammad SAW menjadi contoh ideal bagi semua anak manusia yang dilahirkan dalam keadaan yatim, yaitu seorang anak yatim yang memberkahi, mencukupkan diri dengan keterbatasannya, tidak nakal atau mengambil hak orang lain, serta menjadi rahmat bagi manusia di sekelilingnya.

Lihatlah bagaimana Muhammad SAW menjadi pribadi yang memberkahi bagi kehidupan ibu yang menyusuinya, Halimah Al-Sa'diyah dengan menggembala kambing dan membantunya pada saat ibunya tersebut mengalami masa paceklik. Lihat lah pula betapa anak yatim ini mampu menempatkan diri dengan baik di rumah pamannya yang miskin dengan tidak mengambil hak sedikit pun dari anak-anak pamannya.

Kelima, agar Muhammad menjadi profil yang menarik sebagai motivator bagi kehidupan anak-anak yatim, yaitu seorang anak yatim atau yatim piatu tidak harus cengeng dan terpuruk serta menjadi alasan pembenaran untuk tidak mendapatkan akses dalam banyak hal. Sebaliknya dari kondisi yang lemah itulah beliau bangkit dengan ikut berdagang bersama pamannya, membantu kehidupan pamannya, kemudian menjadi manager yang jujur, menjadi owner yang penuh kasih, menjadi investor yang cerdas, lalu dai konsisten sepanjang zaman.

Tidak tercatat dalam kitab-kitab sirah berapa banyak kekayaan Muhammad SAW, namun jika dilihat dari mahar yang diberikan kepada Khadijah dengan 20 ekor unta muda dan 12 gram emas pada saat itu, sudah terlihat betapa beliau menjadi pribadi yang sukses dalam berdagang dan pernah mengalami hidup kaya raya.

Kekayaan beliau melimpah pada saat berada di Madinah dalam bentuk Fa'i (harta ingkar perdamaian), Al-Shafi (harta pilihan sebelum Ghanimah dibagi), Al-Sahm (bagian di luar 1/5 yang menjadi hak rasul) dan hadiah. Namun beliau tetap dermawan dan hidup bersahaja, sampai-sampai seorang lelaki musyrik yang meminta kekayaan kepadanya menyeru kepada kaumnya dengan mengatakan: "Masuk Islamlah kalian, sebab Muhammad jika memberi sesuatu tidak takut miskin."

Demikianlah seharusnya kondisi yatim tidak menjadi alasan terbatasnya akses pendidikan, pemicu kemalasan, kerendahan diri, dan keterpurukan dalam kemiskinan, melainkan sebaliknya harus menjadi motivasi dalam meraih kehidupan yang lebih baik dengan tetap menekankan sikap jujur, amanah, dan memfungsikan kecerdasan akal serta pendekatan diri kepada Allah SWT sebab hanya dengan cara itu anak-anak yatim yang ada di sekitar kita dapat menjadi anak yatim yang memberkahi sebagaimana pribadi Rasulullah SAW. Wallahu A'lam.


Oleh: Dr Muhammad Hariyadi MA
[republika] 

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan GRATIS via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di CariManfaat.com

No comments

Tuesday, January 29, 2013

Hal hal Yang Tidak Bisa Dibeli dengan Uang





Uang, siapun butuh uang. Orang Dewasa, Remaja bahkan anak – anak kecil sekalipun kenal dengan benda yang namanya uang. Memang uang penting dalam kehidupan, tanpa alat tukar ini kita tidak mukin bisa memenuhi kebutuhan hidup. Uang membuat sebagian orang bisa melakukan banyak hal daripada orang yang tidak memilikinya. Tetapi seberapapun pentingnya uang, masih ada hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.

1. Waktu
Uang tidak akan bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka waktu 24jam tersebut akan hilang dan tidak akan mukin akan kembali lagi. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menytakan perhatian dan kasih sayang anda kepada orang yang sangat anda sayang dan anda cintai, sebelum waktu itu berlalu dan anda menyesalinya.

2. Kebahagiaan
Memang kedengarannya aneh, Tetapi inilah kenyataannya. Uang memang bisa membuat anda merasa senang karena anda bisa membiayai liburan mewah, memberi laptop dengan fasilitas yang sangat modern, atau modifikasi mobil balap. Tapi uang tidak bisa menghadirkan secercah kebahagiaan dari dalam lubuk hati kita.

3. Kebahagiaan Anak
Untuk membelikan makan dan pakaian yang bagus – bagus untuk anak tercinta memang membutuhkan uang. Tapi anda tidak bisa menggunakan uang untuk memberi rasa aman, tanggung jawab, sikap yang baik serta kepandaian pada anak anda. Hal ini merupakan buah dari waktu dan perhatian yang anda curahkan untuk mereka dan hal – hal baik yang anda ajarkan. Uang memang membantu kita memenuhi aspek pengasuhan, tapi waktu telah membuktikan bahwa kebutuhan dasar tiap anak adalah berapa banyak waktu yang diberikan orangtuanya, bukan orangnya.

4. Cinta
Cinta tidak bisa dibeli dengan uang, akuilah hal ini benar. Memang dengan uang kita bisa membuat orang tertarik, tapi cinta berasal dari rasa saling menghargai, perhatian, berbagi pengalaman dan kesempatan untuk berkembang bersama. Itu sebabnya banyak pasangan yang menikah karena uang, tak bertahan lama.

5. Penerimaan
Untuk diterima oleh lingkungan pergaulan, Anda tak butuh uang. Bila Anda ingin diterima, fokuskan energi Anda untuk membuat diri Anda berharga bagi lingkungan sekitar dengan menjadi teman dalam suka dan duka.


6. Kesehatan
Kita butuh uang untuk mengongkosi biaya perawatan dan membeli obat, tapi uang tak bisa menggantikan kesehatan yang hilang. Itu sebabnya pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sebaiknya kita terapkan. Mulailah berolahraga, berhenti merokok, dan banyak hal lain yang pasti sudah Anda tahu.

7. Kesuksesan
Beberapa orang memang ada yang mencapai kesuksesan dengan menyuap, tapi ini adalah pengecualian. Kesuksesan hanya berasal dari kerja keras, kemauan, dan sedikit kemujuran. Ada aspek kecil dari usaha menuju sukses yang bisa didapatkan dengan uang, misalnya mengikuti pelatihan atau membeli peralatan, tapi sukses lebih banyak berasal dari usaha yang Anda lakukan sendiri.

8. Bakat
Kita dilahirkan dengan bakat tertentu. Dengan uang, yang bisa kita lakukan adalah mengasah bakat tersebut, misalnya belajar musik. Namun para ahli mengatakan, untuk menjadi ahli di bidangnya, kita membutuhkan bakat.

9. Sikap yang baik
Banyak orang yang kaya raya tapi sikapnya kasar dan ucapannya sinis. Tak sedikit orang sederhana yang tutur katanya sopan dan menunjukkan rasa hormat pada orang lain. Jadi, jumlah uang yang dimiliki bukan penentu sikap atau manner seseorang.

10. Kedamaian
Bila uang bisa membeli kedamaian, barangkali kita tak lagi mendengar tentang perang. Justru yang sering terjadi sebaliknya, uang lah yang menjadi sumber pertikaian dan permusuhan.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan GRATIS via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di CariManfaat.com

No comments

Monday, January 28, 2013

Perempuan Muslim Tidak Sama Dengan Kambing


islamind.com - KETIKA saya berbicara panjang lebar didepan seekor kambing betina, tentang kewajiban menutup aurat, tentang wajibnya memakai pakaian yang sempurna (Kerudung & Jilbab) ketika berada di ruang publik, kambing betina itu hanya terdiam sambil mengembik “embe…embe”…

Wajar saja, kambing hanyalah seekor hewan, ia tidak mempunyai akal, dan tidak memahami apa yang saya katakan.

Tapi ketika saya berbicara di depan seorang wanita yang tidak mengenakan pakaian syar’i dan selalu mengumbar auratnya, sama, wanita itupun tidak juga memahami apa yang saya katakan.. Malah ia berkata “Alah,,, sok suci Lo!!! Kalo mau dakwah di Masjid Aja bukan disini tempatnya. ”

Saya kaget!!! Lho kok seperti ini jawabannya!!!?

Mungkin benar firman Allah didalam surat Al-araf ayat 179:

“Dan sesungguhnya Kami jadikan isi Neraka Jahannam kebanyakan jin dan manusia, mereka mempunyai hati (akal) tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak bahkan lebih sesat lagi.Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (QS Al A’raf 179)

Manusia merupakan makhluk yang unik dan sangat jauh berbeda dengan hewan. Karena pada dasarnya manusia diberikan akal oleh Allah swt, untuk memahami segala apa yang bisa di indera. Perbedaan mendasar antara hewan dan manusia terletak pada adanya akal dan aturan hidup. Hewan tidak mempunyai aturan, sehingga ketika berprilaku pun hewan terbiasa hidup bebas, sebebas-bebasnya tanpa adanya beban aturan.
Sedangkan manusia mempunyai aturan, dimana segala perbuatan manusia itu terikat dengan hukum syara, tak bisa sebebas-bebasnya bertindak, karena manusia mempunyai aturan. Aturan yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits.

Karena manusia adalah makhluk yang berbeda dengan hewan, maka manusia harus senantiasa terikat dengan aturan hukum yang telah Allah tetapkan untuk manusia. Dan harus selalu menggunakan akalnya untuk memahami segala apa yang bisa terindra dan memahami teks-teks yang bersumber dari Al-Khaliq. Tak boleh manusia membangkang apa-apa yang diperintahkan Allah SWT.

Ketika ada perintah untuk melaksanakan berbagai kewajiban . Maka laksanakanlah secara menyeluruh, tidak dipilih-pilih, karena pada hakikatnya semua kewajiban itu adalah taklif yang apabila dilaksanakan dengan penuh keikhlasan akan berbuah pahala, dan jika tidak dikerjakan akan mendapatkan siksa.

Orang yang mempunyai akal tetapi tidak mau menggunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah, mempunyai mata tetapi tidak dipakai untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, mempunyai telinga tetapi tidak mau mendengarkan kebenaran yang bersumber dari Allah. Maka orang tersebut derajatnya sama dengan Hewan bahkan lebih sesat lagi, lebih hina dari pada hewan.

Apakah kita mau seperti itu??? [Taufiq Sutyarahman]

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan GRATIS via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di CariManfaat.com

No comments

Akibat Nonton Film Porno







Dari Mu’awiyah ra. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya jika engkau mengikuti aib-aib orang lain, maka aib-aib tersebut akan merusak mereka, atau engkau yang akan merusak mereka,” (THR. Ibn Hibban).
 
islamind.com - BARAT selalu mencari cara untuk menemukan kesenangan dunia. Mulai dari ujung kaki, sampai ujung kepala. Apalagi urusan bawah perut. Semuanya dibolehkan. Tentu tidak demikian dengan Islam.

Tatkala Barat menyalurkan syahwat mereka pada perkara-perkara yang haram maka jadilah mereka kehilangan rasa kepuasan dengan cara-cara yang halal dan yang sesuai dengan fitroh dan harkat kemanusiaan. Sehingga timbullah kelainan-kelainan seksual, seperti homo seksual, hubungan seks dengan cara kasar, bahkan dengan menyakiti pasangannya agar timbul kepuasan. Bahkan sebagian mereka hanya bisa puas jika berjima. dengan hewan peliharaannya.

Yang sangat menyedihkah—setelah tersebarnya video, para bola, dan internet—maka banyak kaum muslimin yang menonton tayangan-tayangan film porno. Dan tidak diragukan lagi bahwasanya larisnya praktek oral seks di kalangan kaum muslimin juga setelah larisnya tayangan-tayangan tersebut. Dari sinilah sangat jelas hikmah dari firman Allah

 “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya,” (QS An-Nuur : 30-31).

Diantara akibat buruk dari menyaksikan tayangan-tayangan seperti ini adalah:

-  Hilangnya rasa malu karena terlalu sering menyaksikan aurot para pezina

-  Hilangnya rasa cemburu dari hati kedua pasangan, bagaimana tidak?, sementara sang istri membiarkan sang suami berledzat-ledzat menonton aurot para wanita pezina pelaku film-film porno tersebut. Demikian juga sang suami membiarkan sang istri berledzat-ledzat melihat aurot para lelaki barat pezina dalam tayangan film-film porno tersebut.

- Hilangnya rasa kepuasan terhadap pasangannya. Masing-masing berangan-angan pasangannya bisa seperti tokoh yang ia saksikan dalam tayangan-tayangan film porno tersebut. Dan diantara sebab timbul banyaknya perceraian adalah akibat menyaksikan tayangan-tayangan film porno. Sungguh Allah telah memberikan kepuasan kepada sang lelaki dengan istri yang halal, akan tetapi tatkala ia menyaksikan film-film porno maka dicabutlah rasa kepuasan tersebut, bahkan ia berangan-angan untuk bisa berzina dengan wanita barat pezina yang dia lihat dalam tayangan porno tersebut agar bisa berfantasi dengannya. Wal’iyaadzu billah.

-  Hilangnya rasa kepuasan dengan cara berhubungan seksual yang sesuai dengan fitroh manusia. Betapa banyak lelaki yang sangat ingin mempraktekkan anal seks (berjimak lewat dubur) setelah menonton tayangan-tayangan seperti ini. Betapa banyak para wanita yang ingin digerayangi lebih dari seorang lelaki setelah menyaksikan tayangan-tayangan tersebut.

Adapun secara fatamorgana, film porno juga memberikan dampak sebagai berikut:

1. Pornografi memberi makan pada “keinginan mata” dan “keinginan daging” yang tidak akan pernah terpuaskan. Pornografi hanya akan membuat ‘penontonnya’ minta tambah, tambah, dan tambah lagi.
Dengan mudah, pornografi memperbudak orang akan nafsunya dan membuka pintu terhadap segala jenis kejahatan seperti kemarahan, penyiksaaan, kekerasan, kepahitan, kebohongan, iri hati, pemaksaan, dan keegoisan.

2. Pornografi membuat cara berpikir seseorang menjadi penuh dengan seks semata. Pikiran seks akan menguasai alam bawah sadar mereka. Gambar berbau seks akan melekat pada otak mereka, sehingga pada saat seseorang memutuskan untuk berhenti melihat pornografi-pun, gambar-gambar yang pernah ia lihat dimasa lalu akan bertahan sampai beberapa tahun bahkan selama-lamanya.

3. Pornografi menjadi ajang promosi terhadap praktik seksual yang menyimpang. Contohnya, situs porno internet biasnya terhubung dengan situs porno yang lebih progresif seperti homoseks, pornografi anak, seks dengan hewan, perkosaan, seks dengan kekerasan dan lainnya.
Ini akan membuat orang-orang tertentu terganggu secara mental dan tertantang untuk mencoba. Dengan demikian, makin banyaklah perilaku seks menyimpang di masyarakat.

4. Pornografi membuat seseorang terpicu untuk lebih suka melayani diri sendiri dibanding orang lain. Masturbasi/onani adalah contohnya. Ini adalah tindakan pemenuhan nafsu pribadi yang bisa membuat seseorang sulit menerima dan membari cinta yang sebenarnya pada orang lain. Pornografi biasanya membuat orang kecanduan masturbasi/onani.

5. Pornografi akan membawa seseorang terhadap penggunaan waktu dan uang dengan sangat buruk. Sedikit ada waktu luang atau uang lebih, akan dihabiskan untuk memuaskan hawa nafsunya.

6. Dengan sering melihat situs porno atau membeli film/majalah porno, orang-orang tersebut mendukung perkembangan industri pornografi yang biasanya dikelola oleh “kejahatan terorganisir” yang mencari dana dengan cara haram.

7. Terbiasa melihat pornografi akan merusak hubungan orang tersebut dengan lingkungannya, dalam hal ini keluarga atau orang-orang terdekatnya.
Pada hubungan pacaran, hubungan yang berkembang menjadi tidak sehat. Orang yang terlibat pornografi akan menyalahkan kekasihnya pada tindakan-tindakan seksual yang mereka lakukan. Padahal masalah itu terdapat pada pribadinya sendiri, dan pasangannya adalah si ‘korban’. Pada pasangan yang telah menikah, ini akan memicu ketidakpuasan seksual dan praktik seksual yang menyimpang sehingga mengarah ke arah ketidakharmonisan keluarga, bahkan perceraian.

8. Dalam banyak kasus, pornografi membuat seseorang kehilangan daya kerjanya. Yang tadinya aktif dan kreatif bisa menjadi tidak fokus dalam pekerjaan.

9. Pornografi dapat merusak hubungan seksual dengan pasangan karena terbiasa membayangkan orang lain dalam hubungan seksual.
Imajinasi adalah salah satu efek pornografi yang sangat kuat. Nilai dan kemurnian seksual sesungguhnya menjadi rusak.

10. Melihat pornografi akan membuat seseorang menjadi sering berbohong.
Orang yang terikat pornografi akan menyimpan kebiasaannya ini sebagai rahasia, sehingga dengan berbohong ia dapat menyembunyikan rasa malunya dan menghindari kritik dari lingkungannya. Kemanapun ia pergi, ia akan cenderung memakai ‘topeng’.

11. Pornografi akan membawa seseorang pada konsekuensi spiritual yang serius.
Tekanan dan kebingungan akan memenuhi hidupnya. Pornografi membawa kekuatan jahat yang akan mengontrol dan mendominasi pemirsanya. Sekali saja seseorang melihat pornografi, itu akan membawanya semakin dalam. Nilai moral yang benar makin lama makn pudar, sehingga timbul standar ganda yang membingungkan.

12. Pornografi akan membuat seseorang mempercayai semua kebohongan yang ditawarkan oleh pornografi sendiri.
Contoh kebohongan yang ditawarkan ialah :

a. Kebebasan seksual = kebahagiaan
b. Penyimpangan seksual = normal
c. Kapan saja melampiaskan kebutuhan seksual = hal yang benar dan wajar
d. Setiap hari masturbasi = sehat
e. Pornografi = tidak menyakiti siapapun
f. Bintang porno = orang paling bahagia di dunia
g. dll.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan GRATIS via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di CariManfaat.com

No comments

Thursday, January 24, 2013

Dahsyatnya Sakaratul Maut





“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).

Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154 )

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:78 )

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62: 8 )

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34 )

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11 )

Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)

Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)

Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .

Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.

Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.

Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”

Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.

Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab.

Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim

Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93 )

(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29 )

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.

Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!

Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32 )

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan GRATIS via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di CariManfaat.com

No comments

Wednesday, January 23, 2013

Kebaikan Banyak, Pengamalnya Sedikit





قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :اَلْخَيْرُ كَثِيْرٌ وَ مَنْ يَعْمَلْ بِهِ قَلِيْلٌ –الطبراني


Artinya: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,"Kebaikan banyak namun orang yang mengamalkannya sedikit. (Riwayat Ath Thabarani, dihasankan oleh Al Hafidz As Suyuthi).

Al Munawi menjelaskan bahwa amalan kebaikan amat banyak sekali bentuknya, namun karena manusia banyak menyibukkan diri dalam urusan dunia dan melalaikan hal-hal yang memberikan manfaat untuk kehidupan akhirat, sehingga hanya sedikit dari mereka yang mengamalkan kebaikan.

Yang juga menyebabkan sedikitnya manusia melaksanakan kebaikan adalah kejahilan mereka mengenai rahasia syariat, bahwa setiap perkara mubah bisa bernilai sebagai ketaatan yang berpahala sesuai dengan niatnya. Sebagaimana kalau seseorang yang meniatkan dalam makannya untuk memperkuat fisik dalam berjihad, shalat atau puasa. Sebagaimana juga jika seseorang meniatkan diri dalam jima’nya utuk menjaga diri dari perzinaan atau agar memperoleh anak yang shalih.[hidayatullah]

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan GRATIS via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di CariManfaat.com

No comments

Rating dan Uang Lebih Laku Dibanding Kebenaran





Fungsi media massa seharusnya memberitakan berita-berita  kebenaran terbaru yang disuguhkan kepada penonton. Disisi lain dalam meningkatkan kompetensi dan persaingan dalam media pemberitaan dibutuhkan pemasukan untuk media massa. Sebagaimana di ketahui, iklan adalah sumber pemasukan terbesar dalam bisnis di dunia media massa.


Kembali ke masa Kemenangan-kemenangan dan kejayaan perjuangan Nabi Muhammad s.a.w. menegakkan masyarakat Islam di Madinah, adalah tegak di atas kesetia­an sahabat-sahabatnya dan kebencian musuh-musuhnya. Orang besar selalu diuji oleh pujaan dan celaan. Di samping orang-orang sebagai Abu Bakar as-Shiddiq, Umar bin Khathab, Usman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib yang menyediakan jiwa-raganya dan harta benda biar sama hilang sama timbul dengan Nabi, ada juga musuh-musuh besar yang dalam memusuhi itu pun mereka “besar” pula.

Musuh demikian dihadapi Nabi ketika beliau di Makkah, di antaranya ialah Abu Jahal yang terkenal menentang Nabi terang-terangan secara jantan. Tetapi setelah Nabi s.a.w. pindah ke Madinah, dan masyarakat Islam mulai berdiri, beliau menghadapi musuh yang bukan satria, orang ber­jiwa kecil yang hanya berani membuat fitnah, menghasut, menggunjing, ber­bicara di belakang, sedang pada lahirnya dia bermulut manis menyatakan setuju. Dan apabila ada jalan buat memasukkan jarum dengki dan bencinya, dimulainyalah memainkan jarum itu, walaupun di balik pembelakangan. Itulah yang dinamai golongan munafiqin yang dipimpin oleh seorang yang mengaku kawan padahal lawan, yaitu Abdullah bin Ubay.

Kalau ada musuh hendak melawan Islam, dibantunya dari belakang secara diam-diam tetapi kalau musuh itu sudah dapat dikalahkan oleh Nabi, dia pun mencuci tangan dan musuh yang kalah itu ditinggalkannya, dan dia pergi mengambil muka kepada Muslimin yang menang. Kalau dia menampak agak sedikit pintu hasutan, untuk memecahkan front Muslimin di antara Muhajirin dengan Anshar, dilaluinyalah lobang yang kecil itu, sehingga kalau kurang hati-hati pimpinan, pesatuan Islam bisa pecah berantakan. Tetapi Nabi s.a.w. dan sahabat-sahabatnya tetap waspada, sehingga segala usahanya tetap tidak pemah berhasil.

Kita mungkin bisa merasakan betapa kecewa dan marahnya umat Islam ketika mengetahui berita saudaranya di Rohingya, Suriah,  Palestina dan umat islam diseluruh dunia mendapati berita yang tidak sesuai fakta keadaan mereka sebenarnya. Contoh yang terjadi pada kasus Sampang yang terlibat langsung konflik dengan aliran sesat Syiah ketika itu, melihat pemberitaan-pemberitaan media massa pada saat itu ternyata tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Para wartawan media massa datang bertanya tentang kronologis konflik sampang tersebut, namun kemudian yang  diberitakan justru sebaliknya menyimpang jauh dari arah pemberitaan yang seharusnya. Bagaimana mungkin bisa terjadi, konflik yang jelas-jelas dipicu dari ulah sekte Syiah sesat, direkayasa jauh melenceng merujuk ke topik asmara sepasang kekasih, Wanita dan cinta segitiga.

Memang saat ini berita-berita yang memuat kebenaran tidak lebih laku daripada berita-berita lainnya yang lebih bisa mendatangkan rating yang tinggi dan uang besar. Memang sudah dibuktikan bahwa tema-tema asmara, rebutan wanita, perselingkuhan atau cinta segitiga memang lebih lebih diminati oleh kebanyakan orang. Itu sebabbya infotainment dapat tumbuh subuh di negeri ini mengalahkan acara-acara pengajian. Meski telah difatwa haram oleh para ulama pun tidak mengurangi signifikansi jumlah penonton infotainment.

Media massa itu tidak terlalu ambil pusing apakah syiah itu sesat atau tidak. Mereka juga tidak terlalu peduli mana yang benar diantara kedua pihak konflik tersebut, apakah sunni atau syiah. Mereka juga tidak tertarik untuk mencari tahu kebenaran yang dipegang orang-orang macam Abu Bakar Baasyir atau Imam Samudra dkk, apakah mereka benar-benar bersalah atau tidak. Yang mereka paham adalah mereka adalah objek berita. Yang bisa mendatangkan uang dan rating yang tinggi. Semakin krusial permasalahan itu diangkat maka semakin banyak diminati para pemirsa. Mereka tidak peduli, semakin menyebalkan media mencitrakan orang-orang shaleh itu, maka semakin banyak orang yang benci kepada mereka tanpa tahu dimana letak kesalahan dan dimana letak kebenaran yang sebenarnya terjadi. Nggak peduli baik buruk yang penting rating naik!

Bagi kita di zaman moden hal ini pun menjadi perbandingan pula. Kita menegakkan demokrasi , kebebasan menyatakan perasaan dan fikiran. Tetapi demokrasi yang menjamin keselamatan dunia adalah demokrasi yang timbul dari budi luhur. Hasad, dengki, benci dan dendam yang ada dalam batin yang kotor, bisa juga memakai alasan “demokrasi” untuk melepaskan hawanafsu bencinya menyinggung kehormatan seseorang. Maka penguasa pun berhak membungkam kebenaran dengan hawa nafsunya karena ada kepentingan pribadinya.

“Seketika kamu sambut berita itu dengan lidahmu, dan kamu katakan dengan mulutmu, perkara yang sebenarnya tidak kamu ketahui kedudukannya, dan kamu sangka bahwa itu perkara kecil, padahal di sisi Allah dia perkara besar.” (An-Nur : ayat 15).

Orang yang beriman, lidahnya berbicara dengan penuh tanggungjawab. Dia mempunyai kepercayaan bahwa pendengaran, penglihatan dan hati sanu­bari, semuanya akan bertanggungjawab di hadapan Tuhan. Semua perbuatan dan perkataannya tercatat oleh kedua Malaikat, Raqib dan ‘Atid.

“Mengapa ketika kamu menerima berita itu tidak kamu katakan saja: “Tiada sepatutnya bagi kami akan turut memperkatakan hal itu. Amat Suci Engkau Tuhan, ini adalah suatu kebohongan besar.” (An-Nur : ayat 16)

Contoh kasus pada pekan lalu Banyak stasiun TV swasta di Indonesia yang memfitnah organisasi islam tiba-tiba membuat liputan khusus tentang Kepedulian Palestina. Stasiun TV itu menceritakan secara detail sekali bagaimana kondisi awal Palestina dari awal penjajahan Israel hingga saat ini. Kondisi Ini sangat merusak cara pandang para penonton untuk menentukan sikap yang benar. Sehingga antara Haq dan Batil bercampur baur. Sangat dirasakan sekali keberpihakan stasiun TV swasta itu kepada perjuangan Palestina. TV yang sebelumnya memfitnah dakwah Islam di Masjid, organisasi islam sebagai tumbuhnya terorisme, namun saat ini mereka memberitakan Palestina sedemikian baiknya.

Yang mereka lakukan itu semuanya demi rating! Mereka menayangkan liputan khusus tentang Palestina karena disaat yang sama ada puluhan bahkan ratusan ribu orang di negeri ini sedang membicarakan isu tentang Palestina. Semua orang bersimpati. Maka menayangkan isu Palestina ‘sebaik’ itu bukan karena ingin memberitakan kebenaran (Al-haq). Tapi bisa dipastikan sebabnya karena ratingnya sedang tinggi!

“Tuhan memberi pengajaran bagi kamu, supaya jangan mengulangi lagi perbuatan seperti itu buat selama-selamanya. Kalau betul kamu mengakui ber­iman. ” (ayat 17).

Cukuplah hal yang sekali ini buat menjadi pengalaman bagi kita. Jangan­lah terulang lagi yang kedua kali dan yang seterusnya. Karena perbuatan begini tidak mungkin timbul dari orang yang beriman, kalau tidak karena bodoh dan tololnya. Orang yang beriman tidaklah akan termakan oleh propokasi. Penyiar kabar nista tidak mungkin orang yang beriman. Penyiar kabar dusta sudah pasti orang yang munafik atau busuk hati, karena maksud yang tertentu, dan yang sanggup menerimanya hanyalah orang yang goyang imannya.

Kita senantiasa wajib waspada, karena kesatuan imanmu tidak mungkin dirusakkan dari luar, tetapi hendak diruntuhkan dari dalam. Kaum munafikin tidak senang hati melihat gemilang jaya Nabi Muhammad dengan perjuangannya. Segala persekongkolan diciptakan untuk menentang Nabi telah mereka upayakan. Semuanya gagal. Dan Jalan satu-satunya buat melepaskan sakit hati ialah mengganggu perasaannya. Semoga Allah Subhana WaTa’ala senantiasa menjaga niat kita agar  selalu istiqomah dijalanNYA. (DYP)

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan GRATIS via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di CariManfaat.com

No comments

Perayaan Maulid Nabi, antara sunnah dan salah kaprah





Pertolongan, ampunan serta taubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan dari kejelekan amal perbuatan kami. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, niscaya tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah hamba dan utusan-Nya. Sesungguhnya segenap pujian hanyalah milik Allah, Segala puji bagiNya...


Wa ba'du:

Sesungguhnya seutama-utama kewajiban atas seorang mu'min adalah keyakinannya, yaitu beriman secara mantap bahwa Allah telah menyempurnakan agama-Nya bagi kita dan mencukupkan nikmat-Nya atas kita dengan dibangkitkannya serta diutusnya seorang rasul yaitu Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu." (Q.S. Al-Maidah 3).

 Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: "Aku telah meninggalkan kalian atas hujjah yang terang, malamnya seperti siangnya, maka orang yang menyimpang dari hujjah (keterangan) tersebut setelahku pasti akan binasa." (H.S.R. Ibnu Majah. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah, hadits no. 5). Oleh karena itu bagi seorang mu'min yang menginginkan dan sedang mencari jalan keselamatan harus membatasi tingkah laku dan ibadahnya sesuai dengan apa yang disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuknya melalui lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, serta tidak boleh ridha terhadap dirinya atau orang lain siapapun dia jika ada yang membuat syariat dalam agama Allah subhanahu wa ta'ala atau menganggap sesuatu itu baik berdasarkan akalnya semata dan hawa nafsunya apa-apa yang tidak diizinkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

Maka orang yang mencari kebenaran dan mencintai As-Sunnah dia tidak akan beramal dengan suatu amalan yang tidak diperbolehkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala baik perupa perayaan, atau peringatan, atau ibadah lainnya, dia hanya akan beramal dengan amalan yang ada keterangannya, lebih-lebih lagi jika perbuatan tersebut dilakukan dengan niat ibadah dan mendapatkan pahala. Dari sini kita dapat memahami ucapan ulama yang berbunyi : " Segala macam ibadah dilakukan harus dengan tauqifiyyah", yaitu harus berdasarkan nash dari Al-Qur'an atau As-Sunnah, tidak ada tempat bagi akal untuk membuat syariat atau mengatakan baik buruknya suatu perbuatan. Apabila engkau menginginkan dalil-dalil maka tidak terhitung banyaknya, di antaranya :
  1. Firman Allah subhanahu wa ta'ala: "Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah." (Q.S. Asy-Syura 10)
  2. Firman Allah subhanahu wa ta'ala: "Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikuti aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." (Q.S. Ali Imran 31)
  3. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: "Siapa yang mengada-adakan sesuatu dalam agama kami ini, sesuatu yang tidak ada dasar daripadanya, maka dia itu pasti tertolak." (H.S.R. Bukhari dan Muslim)
  4. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: "Janganlah kalian mengada-adakan perkara-perkara yang baru dalam agama, karena setiap perkara yang baru adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah sesat." (H.S.R. Abu Daud dan Ibnu Majah. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud, hadits no. 3851).
    Saya mohon agar anda berhenti sejenak memperhatikan ucapan yang sangat teliti, diucapkan bukan berdasarkan hawa nafsu tetapi berasal dari wahyu, yaitu ….. (karena setiap perkara yang baru adalah bid'ah dan setiap yang bid'ah adalah sesat), sungguh jelas bagimu bahwa kata "setiap" termasuk dari ucapan-ucapan yang mempunyai arti umum, mencakup segala macam bid'ah tanpa terkecuali.
  5. Ucapan Ibnu Mas'ud radliyallahu 'anhu: "Ikutilah kalian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan janganlah kalian berbuat bid'ah, maka itu cukup bagimu."
Akhi Mu'min…

Apabila dalil-dalil di atas yang merupakan pemahaman aqidah telah engkau yakini secara mantap dan diterima dengan benar maka engkau dapat menilai setiap ibadah baik dalam bentuk perkataan atau amalan berdasarkan standar ini, apakah dia itu disyariatkan atau merupakan suatu hal yang diada-adakan apakah dia itu sunnah atau bid'ah. Kita ambil contoh perayaan memperingati maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kecintaan kita, imam, teladan, dan pemimpin kita ke jalan Allah subhanahu wa ta'ala yang lurus, penutup para nabi dan tuan para rasul, pemimpin orang-orang yang mempunyai wajah cemerlang (merupakan keistimewaan umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa wajah-wajah mereka cemerlang di hari akhir dikarenakan bekas air wudhu') yang diutus sebagai imam dan rahmat bagi seru sekalian alam.

Dan kami akan bahas masalah ini dengan adil dan jujur terlepas dari hawa nafsu dan segala ketetapan yang dibuat manusia pada masa lalu dan menimbangnya dengan timbangan syariat serta menilainya berdasarkan kitab Allah subhanahu wa ta'ala dan sunnah nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam yang bersabda: "Sesungguhnya sebenar-benar ucapan adalah kitab Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan sejelek-jelek perkara adalah sesuatu yang diada-adakan, dan setiap sesuatu yang diada-adakan adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah sesat." (Hadits shahih riwayat Muslim)

Beliau juga telah mewasiatkan kepada kita melalui haditsnya agar kita berpegang teguh dengan petunjuk sebaik-baik generasi dan sebersih-bersihnya, beliau bersabda: "Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka." (H.S.R Bukhari dan Muslim). Dan hanya kepada Allah subhanahu wa ta'ala kita memohon agar memperlihatkan kepada kami bahwa yang haq itu haq dan memberinya kemampuan untuk mengikutinya dan memperlihatkan kepada kami bahwa yang batil itu batil dan memberinya kemampuan kepada kami untuk menjauhinya.

Awal Mula Berkembangnya Peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam

Al-Hafizh Ibnu Katsir menyebutkan dalam kitabnya Al-Bidayah wan Nihayah (11\172) bahwa Daulah Fathimiyyah ‘Ubaidiyyah nisbah kepada ‘Ubaidullah bin Maimun Alqadah Alyahudi yang memerintah Mesir dari tahun 357 H-567 H. Merekalah yang pertama-tama merayakan perayaan-perayaan yang banyak sekali diantaranya perayaan Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Keterangan ini ditulis juga oleh Al-Maqrizy dalam kitabnya Al- Mawa'idz wal I'tibaar (1\490), dan Syaikh Muhammad Bakhit Al-Muthi'i mufti Mesir dalam kitabnya Ahsanul Kalam fiima Yata'allaqu bissunnah wal Bid'ah minal Ahkam [halaman 44- 45], dan Syaikh ‘Ali Mahfudz menyetujui mereka dalam kitabnya yang baik Al-Ibdaa' fii Madhaarr Al-Ibtidaa' [halaman 251] dan selain mereka masih banyak lagi. Jadi yang pertama-tama mensyariatkan perayaan ini mereka adalah orang-orang Zindiq (menampakkan keislaman untuk menyembunyikan kekafiran) Al-‘Ubaidiyyun dari Syi'ah Rafidhah keturunan Abdullah bin Saba Al-Yahudi. Mereka tidak mungkin melakukan yang demikian karena cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tetapi karena ada maksud lain yang tersembunyi.

Hukum Islam Dalam Peringatan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

Sebagaimana kita ketahui bahwa segala kebaikan didapat dengan mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan tiga generasi terbaik (Shahabat, tabi'in dan Tabi'ut Tabi'in) dan barangsiapa yang mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta'ala dengan cara beribadah yang belum pernah dilakukan pada masa yang terbaik tersebut maka ibadahnya tertolak, ia menanggung dosanya meskipun dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Dan peringatan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana engkau ketahui wahai saudaraku:

 Belum pernah dilaksanakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tidak juga Khulafa Ar-Rasyidin dan selain mereka dari para shahabat serta para Tabi'in yang mengikuti para shahabat dengan kebaikan yang merupakan generasi terbaik, dan mereka adalah orang-orang yang paling mengerti tentang As-Sunnah dan paling sempurna cintanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan paling depan dalam mengikuti syariatnya, seandainya peringatan maulid itu baik niscaya mereka akan mendahului kita untuk memperingatinya.

Sebagaimana engkau ketahui yang pertama-tama melaksanakannya orang-orang Zindiq masa pemerintahan Fathimiyyah di abad ke-empat hijriyyah.

Menyerupai orang-orang Nashrani yang memperingati kelahiran Al-Masih ‘Alaihis Salam, padahal kita telah dilarang untuk menyerupai mereka dan meniru mereka dalam hari raya mereka.

 Sesungguhnya merayakan Maulid Nabi dan yang semisalnya dapat dipahami bahwa Allah subhanahu wa ta'ala belum menyempurnakan dien kepada umat ini, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam belum menyampaikan apa yang seharusnya dilakukan oleh umat, dan generasi yang utama-belum sampai kepada pengagungan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mencintainya, dan memuliakannya dengan sebenar-benarnya, berbeda dengan orang-orang belakangan ini. Pasti tidak ada yang mengatakan atau meyakini yang demikian kecuali orang Zindiq yang keluar dari dien Allah subhanahu wa ta'ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah Allah membangkitkan suatu nabi kecuali pasti atasnya untuk menunjukkan umatnya tentang kebaikan apa yang beliau ketahui kepada mereka." (H.S.R. Muslim).
Dan Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seutama-utama dan sesempurna-sempurna serta penutup para nabi, jika perayaan Maulid Nabi merupakan bagian dari dien niscaya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan menjelaskannya kepada umat atau melakukannya semasa hidupnya atau para shahabat radliyallahu 'anhu akan melakukannya. Tidak ada seorangpun yang mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melakukannya karena kerendahan hati beliau, ini menghujat beliau shallallahu ‘alaihi wasallam karena konsekuensinya bahwa beliau telah mengurangi dan menyembunyikan sesuatu dari kebaikan, hal ini mustahil terjadi pada diri beliau, juga berarti menghujat para shahabat radliyallahu 'anhum yang telah Allah subhanahu wa ta'ala puji, karena konsekuensinya bahwa mereka mengurangi suatu amalan yang penuh berkah, berbeda dengan orang sekarang yang lebih pintar dari mereka.

Hudzaifah ibnul Yaman radliyallahu 'anhu berkata: "Setiap ibadah yang belum pernah dilakukan oleh para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka janganlah kalian kerjakan, sesungguhnya generasi awal tidak me ninggalkan bagi generasi yang akhir perkataanpun, maka bertakwalah kepada Allah wahai para qurraa' dan ambillah jalan orang-orang sebelum kamu.

Memeriahkan malam maulid bukan merupakan bukti kecintaan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, berapa banyak yang engkau lihat dan dengar tentang orang yang memeriahkan malam perayaan tersebut, mereka adalah sejauh-jauh orang dari petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kebanyakan dari mereka adalah orang-orang fasiq dan sering berbuat dosa seperti bermuamalah dengan riba,mengentengkan sholat, menyia-nyiakan sunnah-sunnah yang zhahir dan yang batin dan segala perbuatan keji dan yang membinasakan.
Bukti kecintaan yang benar kepada sayyidina, habibina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana yang diinginkan Allah subhanahu wa ta'ala sebagaimana firman-Nya: "Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu …" (Q.S. Ali Imran 31).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga telah bersabda: "Semua umatku masuk jannah (surga) kecuali yang enggan" Mereka (para shahabat radliyallahu 'anhum) berkata: "Siapa wahai rasulullah yang enggan?" Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: "Barangsiapa yang taat kepadaku maka ia masuk jannah (surga) dan barangsiapa yang bermaksiat kepadaku maka dia telah enggan." (H.S.R. Bukhari).

Maka kecintaan yang benar kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah denganmengikutinya dan berpegang teguh dengan petunjuknya baik secara zhahir maupun batin, dan berjalan di atas jalannya dan mencontoh beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dalam penampilan, perkataan, dan perbuatannya, dalam ciri-cirinya dan akhlaknya, sebagaimana telah dikatakan: "Apabila cintamu benar niscaya engkau taat kepadanya. Sesungguhnya orang yang cinta taat kepada yang dicintai."

Selain itu kebanyakan dari ulama masa sekarang menyebutkan kerusakan-kerusakan yang besar dan kemungkaran-kemungkaran yang terjadi pada perayaan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan perayaan lainnya, bahkan orang-orang yang ikut serta di dalamnya dan menghadirinya kemudian Allah subhanahu wa ta'ala beri petunjuk dia sehingga menjauhi dan meninggalkannya mengakui akan segi negatif dari perayaan-perayaan bid'ah ini.

Di antaranya adalah ucapan-ucapan syirik dan berlebih-lebihan dalam memuji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam bentuk syair-syair meminta pertolongan dan bantuan dari beliau, dan keyakinan bahwa beliau mengetahui hal yang ghaib, sebagaimana terdapat dalam qasidah Al-Bushairi yang dijadikan dasar dari malam-malam itu: "Wahai semulia-mulia makhluk, tidak ada yang dapat saya mintai pertolongannya kecuali engkau pada saat menghadapi segala musibah. Sesungguhnya kedermawananmu meliputi dunia dan seisinya. Dan ilmumu meliputi ilmu Lauh (Mahfuzh) dan Al-Qalam."

Kemungkaran yang lainnya adalah campur baurnya laki-laki dan wanita, menggunakan musik, minuman keras, memandang (wanita yang bukan mahram dan) anak muda yang belum tumbuh jenggot, mengkultuskan para wali, dan masih banyak kemungkaran lainnya tidak terhitung dan sukar untuk dibatasi dikarenakan adanya perbedaan antara negeri yang satu dengan negeri yang lain, bahkan sebagian dari mereka lebih mengutamakan malam itu dari malam Lailatul Qadar, sehingga mereka giat serta bersungguh-sungguh beramal pada malam tersebut tidak seperti amalan dia pada malam Lailatul Qadar, juga sebagian di antara mereka yang mengkafirkan orang-orang yang tidak ikut perayaan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hari dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan pada hari itu juga beliau shallallahu ‘alaihi wasallam wafat yaitu hari yang ke duabelas dari bulan Rabiul Awwal sebagaimana terdapat dalam kitab-kitab sirah, bukankah sedih pada waktu itu lebih utama dari bergembira, maka secara akal mestinya menjadikan hari itu sebagai hari berkabung lebih pantas daripada sebagai hari raya (nyatanya dalam dien tidak ada hari berkabung, karena memang dien bukan dengan akal).

Syubhat dan Bantahannya

Orang-orang yang merayakan maulid mempunyai alasan-alasan dan dalil-dalil, yang paling menonjol adalah:
  1. Firman Allah subhanahu wa ta'ala: "Katakanlah, dengan karunia Allah dan rahmat- Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan."(Q.S. Yunus 58).
    Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kita untuk bergembira dengan rahmat, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sebesar-besar rahmat, karena Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (Q.S. Al-Anbiyaa' 107)
    Jawabannya:
    Pengambilan dalil dengan ayat ini yang mereka kemukakan tidak pada tempatnya, dan penggunaan ayat yang tidak pada maksudnya, dan mereka menetapkan apa yang tidak ditetapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, orang yang paling tahu tentang Al-Qur'an dan yang paling paham tentang sesuatu yang dikehendaki Allah subhanahu wa ta'ala dari nash-nash Al-Qur'an, pemahaman mereka menyimpang kaidah-kaidah syariah yang dipahami oleh As-Salaf Ash-Shalih dan seutama-utama generasi dalam memahami arti dan pengambilan istinbat dari Al-Qur'an, dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah menyebutkan perkataan ulama salaf tentang makna dari ayat ini bahwa fadhlullah (karunia Allah) adalah Al-Qur'an sedangkan rahmat-Nya yang dimaksud adalah As-Sunnah.
  2. Terdapat dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika sampai di Madinah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mendapatkan orang-orang Yahudi melakukan puasa Asy-Syura, maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada mereka, mereka menjawab: "Dia itu hari di mana Allah menenggelamkan Fir'aun dan menyelamatkan Musa maka kami puasa sebagai rasa syukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala, maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Saya lebih berhak dari kalian terhadap Musa as ". Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa padanya (pada hari Asy-Syura yaitu hari yang ke sepuluh di bulan Muharram) dan memerintahkan untuk puasa padanya. Mereka berkata nikmat yang mana lebih besar dari nikmat keluarnya Nabi rahmah ke dunia ini pada hari tersebut, dan dengan demikian sebagai rasa syukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala atas nikmat ini kita harus merayakannya.
    Jawabannya:
    Pengambilan dalil dengan hadits puasa hari Asy-Syura adalah pengambilan dalil yang batil dan qiyas yang rusak dikarenakan kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala atas nikmat diutusnya Nabi ini bukan atas kelahirannya, saya tambah lagi bahwa puasa hari Asy-Syura disyariatkan dan disukai berdasarkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan beliau tidak mensyariatkan kepada kita untuk merayakan hari kelahirannya.
  3. Apa yang dikeluarkan oleh Imam Baihaqi dari Anas ra bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meng-aqiqahi dirinya setelah kenabian, padahal kakeknya Abdul Muthalib telah meng-aqiqahi beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari ke tujuh setelah hari kelahirannya, maka dapat diambil kesimpulan pengulangan yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sebagai rasa syukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala atas lahirnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai rahmat kepada seluruh alam dan perbuatan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut sekaligus sebagai syariat kepada umatnya untuk mencontoh beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sesudahnya.
    Jawabannya:
    Imam Malik rahimahullah menjadikan hadits ini salah satu dari hadits-hadits yang batil sebagaimana dinukil oleh Ibnu Rusyd dalam bab Aqiqah dari kitab "Al- Muqaddimaat Al-Mumahhadaat", dan hadits ini telah dilemahkan oleh para ulama seperti Abdur Razaq dan Abu Daud dari Imam Ahmad dan Ibnu Hibban dan Al-Bazzar rahimahullah dikarenakan lemahnya salah seorang rawi yang bernama Abdullah bin Al-Muhawwar, seumpama hadits ini shahih tetap tidak bisa dijadikan sebagai hujjah.
  4. Urwah meriwayatkan bahwa ia berkata tentang Tsuwaibah bekas budak Abu Lahab yang dimerdekakan olah tuannya karena gembira dengan kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian ia menyusui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau bermimpi setelah matinya Abu Lahab bahwa ia di neraka, ketika ditanya tentang keadaannya beliau menjawab ia di neraka tetapi diringankan adzabnya setiap hari Senin karena ia telah memerdekakan Tsuwaibah karena gembira akan kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka berkata: "Sikapnya terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dilakukan oleh Abu Lahab seorang kafir penduduk neraka, maka lebih pantas lagi dilakukan oleh seorang muslim yang bertauhid yang gembira akan kelahiran beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dan berbuat semaksimal mungkin sesuai dengan kesanggupannya.
    Jawabannya:
    Hadits ini mursal (salah satu istilah untuk hadits yang lemah) sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan disebutkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari, begitu pula mimpi dalam tidur tidak bisa dijadikan hujjah, dan ini bertentangan dengan Al-Qur'an yang menyebutkan dalam ayat-ayatnya bahwa amal shalih yang dilakukan oleh seorang kafir tidak dapat memberi manfaat di hari akhirat. Firman Allah subhanahu wa ta'ala: "Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amalitu (bagaikan) debu yang beterbangan." (Q.S.Al-Furqan 23)
  5. Mereka berkata bahwasanya perayaan maulid apabila tidak dikhususkan pada tanggal dua belas Rabiul Awwal atau dilaksanakan di luar bulan Rabiul Awwal atau tidak dikhususkan pada waktu-waktu tertentu maka boleh-boleh saja.
    Jawabannya:
    Ini pengakuan yang batil dan ucapan yang tertolak karena ibadah dan syariat itu adalah tauqifiyyah (harus berdasarkan nash baik dari Al-Qur'an ataupun As-Sunnah), tidak boleh kita beribadah dengan tata cara tertentu yang tidak terdapat dalam syariat meskipun dalam bentuk dzikrullah, atau membaca sirah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kenyatannya juga membuktikan bahwa perayaan maulid banyak dilakukan pada bulan Rabiul Awwal.
  6. Sesungguhnya maulid itu pertemuan untuk berdzikir, shadaqah, memuji dan mengagungkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan perkara-perkara ini dituntut oleh syariat dan perbuatan yang terpuji, banyak keterangan-keterangan yang shahih menganjurkan hal-hal tersebut.
    Jawabannya:
    Benar, banyak hadits-hadits yang shahih menganjurkan untuk berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta'ala, shadaqah, dan yang lainnya. Tetapi tidak ada satu keteranganpun yang menganjurkan untuk berkumpul secara khusus, dengan bentuk dan waktu yang khusus pula, begitu pula dzikir-dzikir dan do'a-do'a yang biasa dibaca pada malam tersebut tidak ada asalnya dalam syariat dan tidak ada dalilnya dari wahyu, dan bait-bait syair yang dibacakan berisikan hal-hal yang berlebih-lebihan dan kebatilan di dalamnya.
  7. Terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang puasa hari Senin, maka beliau menjawab kepadanya: "Dia itu hari di mana saya lahir dan pada hari itu pula wahyu diturunkan kepada saya." Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengagungkan hari Senin dikarenakan hari kelahirannya, kemudian mereka memilih hari kelahirannya yaitu pada tanggal dua belas Rabiul Awwal dengan mengagungkannya dan merayakannya.
    Jawabannya:
    Yang diminta pada hari Senin setiap seminggu sekali adalah puasanya, tidak lebih dari itu, maka mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan berpuasa di hari Senin saja, tidak terikat dengan tanggal tertentu, sedangkan mereka mengkhususkannya satu hari dalam setahun pada bulan Rabiul Awwal, ditambah lagi bahwa mereka tidak mengagungkan wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk berpuasa pada setiap hari Senin yang mempunyai banyak keutamaan, tetapi mereka mengagungkannya dengan makan dan minum dan menabuh rebana, ini sekurang-kurangnya, padahal sebagaimana telah diketahui olehmu bahwa ibadah itu adalah tauqifiyyah sehingga mengkhususkan hari tertentu untuk beribadah dan bertaqarrub (mendekatkan diri pada Allah subhanahu wa ta'ala) secara tertentu pula membutuhkan kepada dalil syar'i dan nyatanya tidak ada dalilnya atas perbuatan bid'ah tersebut. Dan jangan lupa pula sebagaimana telah kami sebutkan bahwa pada tanggal dua belas Rabiul Awwal adalah hari wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan terputusnya wahyu dari langit ini yang masyhur dari ulama Salaf. Maka katakanlah kepadaku demi Rabbmu apakah engkau merayakan wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam atau hari kelahirannya? Apakah mungkin menyatukan antara keduanya?
Penutup

Sesungguhnya saya yakin bahwa imanmu, ketaqwaanmu, ketaatanmu kepada kekasihmu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, penguatanmu terhadap syariatnya atas hawa nafsumu dan pendapatmu serta pendapat manusia, saya yakin bahwa hal itu semua mengatakan kepadamu :

"Janganlah kamu merayakan Maulid"

Semoga Allah memberi shalawat dan salam kepada Nabi kita dan keluarganya serta para shahabatnya sekalian.

Wallahu ta'ala a'lam bishshawab

(Maktab AK 56/arrahmah.com)

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan GRATIS via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di CariManfaat.com

No comments