Selamat Datang di CariManfaat.com
Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Tuesday, January 22, 2013

Launching Islamind.com



Assalamulaikum...

Alhamdulillah.. setelah beberapa waktu menunggu akhirnya bagiislam.blogspot.com memiliki domain baru yakni Islamind.com. Mudah - mudahan dengan nama baru memudahkan kami sebagai admin untuk menyampaikan dakwah di jalan Allah. Amin...

Untuk saran serta kritik atau apapun yang ingin anda sampaikan. Kirimkan email ke admin@islamind.com.

Wasalamualaikum...

-admin-

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan GRATIS via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di CariManfaat.com

No comments

Friday, January 18, 2013

Jadi Gay : Takdir ataukah Sakit Jiwa?

ADA satu perkataan yang sangat populer di kalangan para kaum homo: “Saya juga tidak mau seperti ini, bagaimana lagi? Ini sudah takdir tuhan!” Begitulah, 20 tahun yang lalu, di Indonesia, seseorang yang mempunyai kelainan seksual seperti ini tak pernah berani menampakkan diri. Sekarang, seorang gay bisa menjadi artis, politisi, dan lainnya.

Pada tahun 1973, American Physiciatric Association (APA) sudah mengeluarkan homoseksualitas dari kategori gangguan kejiwaan. Indonesia pun turut mengadopsi PPDGJ (Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa) II dan III yang menyatakan hal serupa: gay atau lesbian bukanlah gangguan kejiwaan. Michel Foucault, seorang sosiolog asal Prancis mengatakan bahwa pengetahuan dan kebenaran adalah bentuk produksi dari kekuasaan.

Bagaimana Islam memandang soal homoseksual ini?

Liwath (homo seksual) adalah hubungan antara sesama jenis (laki-laki dengan laki-laki), sedangkan hubungan antara wanita dengan wanita disebut lesbian.
Homo seksual adalah salah satu penyelewengan seksual, karena menyalahi sunnah Allah, dan menyalahi fitrah makhluk ciptaanNya.
Lebih kurang empat belas abad yang lalu, Al Qur’an telah memperingatkan umat manusia ini, supaya tidak mengulangi peristiwa kaum Nabi Luth. Allah berfirman:

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Lut itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” (Hud: 82-83)

Pada ayat lain Allah berfirman: “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas”. (Asy Syu’ara: 165-166)

Selanjutnya pada ayat lain Allah berfirman: “Dan telah kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik.” (Al Anbiya: 74)

Setelah Rasulullah menerima wahyu tentang berita kaum Luth yang mendapat kutukan dari Allah dan merasakan azab yang diturunkanNya, maka beliau merasa khawatir sekiranya peristiwa itu terulang kembali kepada ummat di masa beliau dan sesudahnya.
Rasulullah bersabda:
“Sesuatu yang paling aku takuti terjadi atas kalian adalah perbuatan kaum Luth dan dilaknat orang yang memperbuat seperti perbuatan mereka itu, Nabi mengulangnya sampai tiga kali: “Allah melaknat orang yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth; Allah melaknat orang yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth; Allah melaknat orang yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth,” (HR. Ibnu Majah, Tirmidzi dan Al Hakim).

Pada saat itu peringatan Rasulullah dan kekhawatiran beliau itu, mungkin hanya ditanggapi seperti musibah (azab) yang pernah dialami oleh umat-umat sebelumnya saja. Azabnya dapat disaksikan dengan mata kepala, seperti hujan batu, air bah dan sebagainya.
Penyakit AIDS (Aquired Immune Deficiency Symdrone = kerapuhan daya kekebalan terhadap infeksi) yang menampakkan dirinya pada penghujung abad ke dua puluh ini, tidak pernah terbayang dalam benak mereka. Pada saat ini pun, pada zaman teknologi modern, para ahli dan pakar dalam ilmu kedokteran belum dapat virus-virus yang mematikan itu. Demikian juga obatnya baru dalam taraf uji coba yang sangat ditunggu oleh penderitanya dengan perasaan harap-harap cemas.

Para pakar telah disibukkan dengan berbagai penelitian untuk mengetahui virus dan sekaligus cara pengobatannya.
 Orang yang sadar mengenai keberadaan dirinya sebagai makhluk Allah, tentu segera mengakui keterbatasan ilmunya. Sebab, baru satu macam penyakit saja diturunkan Allah sebagai azab, para ahli sudah cukup kalang kabut.
Salah satu cara yang dipandang ampuh untuk menangkalnya atau untuk mengadakan antisipasi terhadap penyakit tersebut adalah agama, yaitu mengikuti perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Menjauhi larangan Allah harus diyakini benar-benar, bahwa semua bentuk larangan pasti ada bahayanya kalau dilangggar.

Mengenai obatnya, mungkin pada suatu saat akan ditemukan juga, “Sebab setiap penyakit pasti ada obatnya,” Kata Rasulullah. Tetapi mungkin obat itu baru ditemukan, setelah kesombongan ilmiah tidak lagi membusungkan dadanya, dan setelah manusia mengakui kelemahan dirinya di hadapan Allah, baik pengakuan secara langsung maupun tidak. 
-islampos-

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan GRATIS via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di CariManfaat.com

1 comment

Tuesday, January 15, 2013

Diskusi - Keberadaan Densus 88 Anti teror

Assalamualaikum,

Apa kabar saudara2 ku pagi ini? mudah2an Allah senantiasa memberikan nikmat-Nya kepada kita semua. Kali ini penulis ingin mengajak saudara2 semua untuk berdiskusi mengenai Agama Islam yang Mulia. Diskusi ini bebas untuk semua orang, namun harap menggunakan kata - kata yang sopan dan berakhlak.

Tema diskusi kita hari ini adalah tentang Keberadaan Densus 88 Anti teror. Berikut kilasan beritanya :

==========================================================

Penembakan yang dilakukan Densus 88 dan perburuan mereka terhadap orang yang diduga teroris tidak mencerminkan upaya pemberantasan paham radikalisme (deradikalisasi).

Demikian itu disampaikan Ketua gerakan Reformis Islam (GARIS) H.Chep Hermawan dalam rilisnya kepada arrahmah.com, Senin Malam(14/1/2013) menyikapi dengan beberapa aksi brutal yang dilakukan Teroris Densus 88 di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Penembakan seorang muslim diarea masjid (di Makassar), tanpa kejelasan status orang tersebut dimata hukum adalah sebuah teror terhadap kaum muslimin dan penghinaan terhadap tempat ibadah, lanjut H. Chep.

Menurutnya, aksi brutal Densus 88 dalam memberantas apa yang mereka sebut sebagai Terorisme adalah aksi biadab yang bertentangan dengan Hak Asasi Manusia. Oleh, karena itu, dia menyerukan kepada ormas dan LSM untuk melawan arogansi dan teror Densus 88 kepada masyarakat.

"GARIS mendesak pemerintah, khususnya Menkumham untuk mengadili kepada Densus 88 dan BNPT," tegas H.Chep.

GARIS juga mengutuk Densus 88 dan mendesak seluruh pihak terkait untuk membubarkan Densus 88 dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Serta, Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperjuangkan NKRI Bersyariah agar tercipta Indonesia yang baldatun thayyibatun," tandas H.Chep mengakhiri pernyataannya.
===========================================================
Silahkan mengunkapkan pendapat dan opini saudara secara arif dan bijak melalui form Komentar di bawah ini 

Wassalam,

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan GRATIS via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di CariManfaat.com

No comments